Senin, 05 November 2018

Pemanfaatan E-Commerce dalam Bidang Bisnis



Hello readers,
Kali ini mari kita bahas tentang “Pemanfaatan E-Commerce dalam Bidang Bisnis”. 

E-Commerce (electronic commerce), pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994 pada saat pertama kali banner-elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan di suatu halaman-web (website). Menurut Riset Forrester, perdagangan elektronik menghasilkan penjualan seharga AS$12,2 miliar pada 2003. Menurut laporan yang lain pada bulan oktober 2006 yang lalu, pendapatan ritel online yang bersifat non-travel di Amerika Serikat diramalkan akan mencapai seperempat trilyun dolar US pada tahun 2011.
Istilah "perdagangan elektronik" telah berubah sejalan dengan waktu. Awalnya, perdagangan elektronik berarti pemanfaatan transaksi komersial, seperti penggunaan EDI untuk mengirim dokumen komersial seperti pesanan pembelian atau invoice secara elektronik.
Kemudian dia berkembang menjadi suatu aktivitas yang mempunyai istilah yang lebih tepat "perdagangan web" — pembelian barang dan jasa melalui World Wide Web melalui server aman (HTTPS), protokol server khusus yang menggunakan enkripsi untuk merahasiakan data penting pelanggan.
Pada awalnya ketika web mulai terkenal di masyarakat pada 1994, banyak jurnalis memperkirakan bahwa e-commerce akan menjadi sebuah sektor ekonomi baru. Namun, baru sekitar empat tahun kemudian protokol aman seperti HTTPS memasuki tahap matang dan banyak digunakan. Antara 1998 dan 2000 banyak bisnis di AS dan Eropa mengembangkan situs web perdagangan ini.
Lalu apa itu E-Commerce?
E-Commerce adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya.
Jadi e-commerce berhubungan erat dengan bisnis.
Manusia era sekarang tidak dapat dipisahkan dengan yang namanya internet. Bagaimana tidak media internet memang sangat membantu pekerjaan manusia, salah satu contohnya E-Commerce. E-Commerce sudah banyak bermuncul saat ini, dalam bidang pembelian, penjualan, jasa, dan lain sebagiannya.
Satu website menyediakan atau dapatmelakukan Transaksi secara online atau juga bisa merupakan suatu cara berbelanja atau berdagang secara online atau direct selling yang memanfaatkan fasilitas Internet dimana terdapat website yang dapat menyediakan layanan “get and deliver“. E-commerce akan merubah semua kegiatan marketing dan juga sekaligus memangkas biaya-biaya operasional untuk kegiatan trading (perdagangan). Dalam proses pembayaran E-Commerce menggunakan sistem pembayaran melalui transaksi online atau pun offline. Pada umumnya pengunjung Website dapat melihat barang atau produk yang dijual secara online (24 jam sehari) serta dapat melakukan correspondence dengan pihak penjual atau pemilik website yang dilakukan melalui email.

Berikut proses e-commerce :
  1. Pengendalian akses dan keamanan
            Situs e-commerce harus memberikan rasa percaya dan akses yang aman untuk berbagai pihak dalam transaksi e-commerce, misalkan dengan adanya kata kunci (password), kunci enskipsi, sertifikasi, atau tanda tangan digital. Kemudian ada otorisasi akses yang hanya ke bagian tertentu saja sehingga hanya para pelanggan yang terdaftar saja yang dapat mengakses informasi dan aplikasi yang ada. Pengendalian akses dan keamanan ini perlu dilakukan untuk melindungi sumber daya situs e-commerce dari berbagai ancaman seperti peretas (hacker), pencurian password atau nomor kartu kredit, atau menghindari kegagalan sistem. 
  1. Membuat profil dan personalisasi 
            Proses pembuatan profil dan personilasasi menggunakan alat pembuat profil seperti pendaftaran, file cookie, software penelusur perilaku dalam situs web dan respon pemakai. Profil ini digunakan untuk mengenali kita sebagai pemakai individual, memberikan tampilan personalisasi, saran atas produk dan iklan web. Tujuan proses pembuatan profile ini untuk tujuan manajemen rekening, pembayaran, mengumpulkan data mengenai manajemen hubungan pelanggan, perencanaan pemasaran, dan untuk manajemen situs web itu sendiri.
  1. Manajemen pencarian 
            Software e-commerce harus meliputi komponen mesin pencari situs web untuk dapat membantu para pelanggannya dalam menemukan produk dan jasa tertentu yang mereka inginkan untuk dievaluasi atau dibeli. 
  1. Manajemen isi dan katalog  
            Isi e-commerce sebagian besar berbentuk katalog multimedia yang memuat informasi produk sehingga membuat dan mengelola catalog merupakan rangkaian utama dari manajemen isi. Software manajemen isi tersebut bekerja dengan alat pembuat profile yang sudah disebutkan sebelumnya. Software manajemen isi akan membantu perusahaan e-commerce untuk mengembangkan, menghasilkan, mengirimkan, memperbaharui, dan menyimpan data teks serta informasi multimedia di situs web e-commerce. Selanjutnya manajemen isi dan katalog dapat diperluas untuk memasukkan proses konfigurasi produk yang akan mendukung layanan mandiri berbasis web dan penyesuaian massal atas berbagai produk perusahaan.
  1. Manajemen arus kerja 
            Sistem arus kerja e-business digunakan untuk membantu para karyawan secara elektronik bekerja sama untuk menyelesaikan tugas pekerjaan dengan menggunakan mesin software arus kerja (workflow software engine). Sistem ini memastikan bahwa transaksi, keputusan, dan aktivitas kerja yang tepat dilakukan, serta data dan dokumen yang benar telah dikirimkan ke para karyawan, pelanggan, pemasok, dan pihak stakeholder.
  1. Pemberitahuan kegiatan
            Proses pemberitahuan kegiatan (event notification) memainkan peranan penting dalam sistem e-commerce karena sistem ini digunakan untuk memonitor semua proses e-commerce dan mencatat semua kegiatan yang relevan, termasuk perubahan mendadak atau ketika dalam masalah. Sistem ini akan memberitahukan kepada para pelanggan, pemasok, dan pegawai serta stakeholder mengenai semua kegiatan transaksi yang berkaitan dengan status mereka dengan melalui pesan elektronik seperti e-mail, newsgroup, penyeranta (pager), atau fax.
  1. Kerjasama dan perdagangan 
            Tujuan utama e-commerce adalah untuk mendukung kesepakatan kerjasama dan layanan perdagangan yang dibutuhkan oleh para pelanggan, pemasok, dan stakeholder lainnya. Seperti halnya dalam e-business, sistem e-commerce juga fokus menumbuhkan komunitas berkepentingan online untuk meningkatkan layanan pelanggan dan membangun loyalitasnya.
  1. Proses pembayaran elektronik 
            Pembayaran sebagai proses nyata dan penting dalam transaksi e-commerce. Sekarang ini sebagian besar sistem e-commerce yang terlibat dalam web dan bisnis B2C menggunakan proses pembayarannya dengan kartu kredit. 

            keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan transaksi melalui E-Commerce bagi suatu perusahaan adalah sebagai berikut :
1.      Meningkatkan pendapatan dengan menggunakan online channel yang biayanya lebih murah.
2.      Mengurangi biaya-biaya yang berhubungan dengan kertas, seperti biaya pos surat, pencetakan, report, dan sebagainya.
3.      Mengurangi keterlambatan dengan menggunakan transfer elektronik/pembayaran yang tepat waktu dan dapat langsung dicek.
4.      Mempercepat pelayanan ke pelanggan, dan pelayanan lebih responsif.

Manfaat E-commerce bagi :
            Organisasi 
  • Memperluas pasar hingga mencakup pasar nasional dan pasar global, sehingga perusahaan bisa menjangkau lebih banyak pelanggan, memilih pemasok terbaik, dan menjalin relasi dengan mitra bisnis yang dinilai paling cocok. 
  • Menekan biaya menyusun, memproses, mendistribusikan, menyimpan, dan mengakses informasi berbasis kertas.
  • Memungkinkan perusahaan mewujudkan bisnis yang sangat terspesialisasi.
  • Menekan biaya persediaan dan overhead dengan cara memfasilitasi manajemen rantai nilai bertipe “pull” yang prosesnya berawal dari pesanan pelanggan dan menggunakan pemanufakturan just-in-time.
  • Menekan waktu antara pembayaran dan penerimaan produk/jasa.
  • Meningkatkan produktivitas karyawan melalui rekayasa ulang proses bisnis.
  • Menekan biaya telekomunikasi.
            Konsumen
  • Memungkinkan konsumen berbelanja atau melakukan transaksi lainnya setiap saat (7 hari 24 jam). 
  • Memberikan pilihan produk dan pemasok yang lebih banyak kepada pelanggan 
  • Memungkinkan konsumen dalam mendapatkan produk dan jasa yang lebih murah, karena konsumen bisa berbelanja di banyak tempat dan melakukan perbandingan secara cepat. 
  • Produk yang terdigitalisasi, e-business memungkinkan pengiriman produk secara cepat dan real-time. 
  • Memungkinkan pelanggan berinteraksi dengan pelanggan lainnya dalam electronik communities dan saling bertukar gagasan dan pengalaman. 
  • Memungkinkan pelanggan berpartisipasi dalam lelang virtual.
Masyarakat luas
  • Memungkinkan lebih banyak orang bekerja di rumah.
  • Memungkinkan beberapa jenis barang dijual dengan harga murah.

            Layaknya manusia yang memiliki kelebihan dan kelemahan, E-Commerce juga ada kelemahan dan kelebihannya. Berikut kelemahan dan kelebihan E-Commerce :
Kelemahan :
  • Ada kekurangan keamanan sistem, ketidakstabilan sistem serta standar yang buruk saat membangun e-commerce
  • Industri pengembangan perangkat lunak terus berkembang dan terus berubah dengan cepat. Sehingga kemungkinan bisnis prosesnya suka berubah-rubah
  • Di banyak negara, bandwidth jaringan dapat menyebabkan masalah karena bandwidth telekomunikasi lambat/lemot sehingga susah untuk mengakses sebuah e-commerce.
  • Terkadang  menjadi sulit untuk mengintegrasikan perangkat lunak atau situs web E-Commerce dengan aplikasi atau database yang ada
  • Biaya pembuatan / pembuatan aplikasi E-Commerce in-house mungkin sangat tinggi. Mungkin ada penundaan dalam meluncurkan aplikasi E-Commerce karena kurang biaya atau salah perhitungan
  • Konsumen mungkin tidak mempercayai situs ecommerce baru, sehingga butuh kepercayan terhadap produk-produk yang dijual
  • Sulit untuk memastikan keamanan atau privasi dalam transaksi online.
  • Tidak bisa tawar menawar saat berbelanja online
  • Aplikasi E-Commerce masih terus berkembang dan berubah dengan cepat.
  • Akses internet masih belum merata, banyak calon konsumen yang tinggal di desa terpencil belum bisa menggunakanya.
  • Jaringan internet putus

Kelebihan :
  • Memperluas pasar nasional bahkan internasional dengan investasi modal minimum
  • Membantu menyederhanakan proses bisnis dan membuatnya lebih cepat dan efisien.
  • Meningkatkan brand merek perusahaan.
  • Mengurangi pengunaan kertas (membantu global warming)
  • E-Commerce meningkatkan produktivitas organisasi. 
  • Pelanggan dapat melakukan transaksi untuk produk atau penyelidikan tentang produk / layanan yang disediakan oleh perusahaan kapan saja, dimana saja dari lokasi manapun.
  • Memberi pengguna lebih banyak pilihan dan pengiriman produk yang lebih cepat.
  • Memberi pengguna pilihan lebih banyak untuk membandingkan dan memilih opsi yang lebih murah dan lebih baik
  • Konsumen dapat memberikan komentar ulasan tentang produk dan dapat melihat apa yang orang lain beli atau lihat komentar ulasan pelanggan lain sebelum melakukan pembelian
  • Konsumen dapat melihat informasi rinci yang relevan dalam hitungan detik 
  • E-Commerce meningkatkan persaingan di antara organisasi dan hasilnya, organisasi memberikan banyak diskon kepada pelanggan
  • Pelanggan tidak perlu melakukan perjalanan untuk berbelanja produk sehingga bisa mengurangi kemacetan
  • Membantu mengurangi biaya produk sehingga orang-orang yang kurang mampu juga mampu membeli produk.
  • E-Commerce telah memungkinkan akses terhadap layanan dan produk ke daerah pedesaan dan juga tidak tersedia bagi mereka.
  • Membantu pemerintah untuk memberikan layanan publik seperti perawatan kesehatan, pendidikan, layanan sosial dengan biaya rendah dan dengan cara yang lebih baik.

Tips berhasil dalam bisnis E-Commerce
1)      Menentukan timing, adalah sesuatu yang sangat berguna sebagai alat dalam membangun sebuah fondasi yang kuat dalam usaha e-commerce. Sikap terburu-buru dalam menentukan timing akan sangat mengganggu segala kesiapan anda dalam mendirikan bisnis e-commerce.
2)      Fokus terhadap user/customer, tidak dapat dipungkiri lagi bahwa dalam dunia bisnis online, para client pastinya tidak dapat merasakan produk yang anda tawarkan seperti bisnis offline pada umumnya. Walaupun begitu, anda bisa membuat strategi yang lain dalam menarik minat client/customer anda. Anda dapat "bermain" dalam hal harga ataupun promo free ongkir dll.
3)      Lakukan testing dalam segala hal, resep sukses seorang digital-entrepreneur adalah 3T yaitu Test, Test again, dan keep Testing. Anda harus dapat memposisikan diri anda sebagai customer sehingga anda dapat memilah-milah mana yang dapat anda lakukan dan mana yang tidak berguna. Berpikiran secara kritis seperti seorang customer akan sangat membantu anda dalam menentukan langkah-langkah berikutnya.
4)      Go Mobile, usaha online yang anda jalani akan sangat terbantu apabila anda dapat bermain di dunia mobile atau apps. Dimana para customer dapat mengakses usaha online yang anda miliki dengan lebih muda melalui aplikasi dalam tablet atau smart-phone.
5)      Jangan takut akan perubahan, "Continue Evolving" merupakan salah satu cara agar usaha yang anda bangun tersebut bisa beradaptasi dengan sangat baik terhadap market yang anda tuju. Akan terdapat banyak sekali perubahan-perubahan di pasar dan anda harus selalu up to date terhadap hal-hal tersebut. Jika anda merasa takut untuk melakukan perubahan, maka dapat dipastikan bahwa usaha yang anda jalankan akan berjalan di tempat (stagnan).


Begitulah singkat tentang E-Commerce semoga membantu.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Take Home Test Bahasa Indonesia (UTS)

Nama   : Maria Fransiska Try Melliniani NPM    : 0118070651 Kelas   : Manajemen 2 Pagi F UTS BAHASA INDONESIA 1.   Buatlah paragraf...